Prokudin Gorsky dan "foto warna RGB kuno"-nya




Perhatikan Foto 1 di halaman ini. Foto Alim Khan buatan tahun 1910 itu ”asli” berwarna, artinya warna-warna yang tampil sungguh-sungguh hasil rekaman fotografernya. Bagaimana mungkin? Pada tahun 1910 itu film berwarna pun belum diketemukan. Kalaupun waktu itu film berwarna sudah ada, tidak mungkin foto ini masih punya warna yang begitu cemerlang. Film berwarna tidak punya daya tahan yang baik dalam menyimpan data-data warna.





Foto 1 tadi adalah karya fotografer Rusia, Prokudin-Gorsky (1863-1944). Gorsky merekam sebuah foto berwarna dengan tiga lembar film hitam putih. Demikian pula semua foto warna di halaman ini, semua dibuat dengan cara yang sama, yaitu masing-masing dengan tiga lembar film hitam putih.
Penjelasannya begini :


Coba Anda buka sebuah foto berwarna apa saja dengan perangkat lunak Photoshop. Kemudian, saat foto tersebut terbuka di layar monitor, tekanlah tombol kontrol plus angka 1, lalu tombol kontrol plus angka 2, dan kemudian tombol kontrol plus angka 3. Tombol angka yang dipakai bukanlah tombol di numeric pad, melainkan tombol di bagian atas keyboard Anda.
Perhatikanlah bahwa pada ketiga kegiatan itu akan muncul tiga macam foto hitam putih yang berbeda gradasi abu-abunya.
Hal yang kita lakukan tadi hanya berlaku kalau foto yang kita buka adalah foto dengan format RGB (Red Green Blue) dan bukan CMYK (Cyan Magenta Yellow Black).
Dalam realitas pemotretan, kalau kita memotret sebuah pemandangan dengan film hitam putih, lalu kita pasang filter-filter warna merah, hijau, dan biru bergantian, akan menghasilkan tiga foto hitam putih seperti yang kita lihat tadi.
Kalau saja foto-foto hitam putih yang dihasilkan dari tiga pemotretan dengan tiga filter tadi lalu digabungkan dengan perangkat lunak, seperti Photoshop, akan dihasilkan foto berwarna yang seperti warna aslinya.

Clerk Maxwell

Itulah logika yang dipakai Gorsky saat memotret pada masa lalu. Sebuah pemikiran yang sangat maju walau idenya pernah sekilas dilakukan Clerk Maxwell di Inggris tahun 1861, dan juga dipelajarinya saat berkuliah di Technical University of Berlin tahun 1889.
Gorsky cuma berpikir bahwa ia ingin merekam warna dengan logika RGB. Ia belum berpikir lebih jauh tentang kapan film-filmnya bisa dicetak berwarna. Ia hanya berpikir, rekam dulu, nanti teknologi penggabungannya akan ditemukan. Pada masa lalu teknologi foto warna tiga pelat seperti itu umumnya hanya sekadar tersimpan. Clerk Maxwell pada tahun 1863 menampilkan foto warna pertama di dunia dengan cara sekadar diproyeksikan ke dinding.
Yang dilakukan Gorsky waktu itu adalah membuat sebuah kamera yang merekam sekaligus tiga gambar seperti terlihat di Foto 2. Ketiga lensa itu masing-masing diberi filter merah (terbawah), hijau, dan biru. Dari sebuah pemotretan langsung dihasilkan tiga foto seperti sudah disebutkan di awal tulisan ini.
Dan pemikiran Gorsky benar, yaitu dia sukses merekam adegan nyata dengan semua warnanya walau foto-fotonya baru sungguh-sungguh ”ditemukan” berwarna tahun 2004 setelah teknologi digital makin maju. Proses menjadikan tiga pelat Gorsky menjadi sebuah foto warna dikenal dengan nama digichromatography.
Rekaman warna Gorsky awet seawet film hitam putih lain. Kalau saja waktu itu film berwarna sudah ditemukan, pasti tidak menyimpan warna asli lagi. Film warna yang Anda miliki, bahkan yang buatan tahun 1990 pun, pasti sekarang sulit menghasilkan cetakan warna yang cemerlang.

Fotografer Tsar Rusia

Gorsky sangat dekat dengan Tsar Rusia. Pada tahun 1905 dengan kamera rancangannya, Gorsky berniat merekam segala kegiatan Tsar Rusia, yaitu Tsar Nicholas II, dan keluarganya. Keinginannya disambut baik penguasa Rusia itu, bahkan Gorsky dibekali sebuah gerbong kereta api yang memungkinkan dia memproses segala pelat kaca hasil pemotretannya.
Pemotretannya dilakukan sampai dengan tahun 1915 meliputi segala hal penting di Rusia. Bangunan-bangunan, kegiatan para petinggi, juga berbagai sisi lain kehidupan Rusia pada masa itu. Dalam kurun waktu 1905-1915 tersebut ia telah menghasilkan kira-kira 3.500 buah negatif.
Pada tahun 1918, setelah Revolusi Rusia, Gorsky meninggalkan Rusia pindah ke Norwegia, kemudian pindah lagi ke Inggris, sampai akhirnya menetap di Paris. Tidak lama setelah kepindahannya, Tsar Rusia dan anggota keluarganya terbunuh. Jadilah foto-foto karya Gorsky rekaman sejarah yang luar biasa.
Setelah Gorsky meninggal tahun 1944 di Paris, keluarganya merasa khawatir dengan ribuan pelat kaca hasil pemotretan Gorsky yang tersimpan di Paris. Para ahli waris Gorsky takut kalau rekaman itu akan dihancurkan pemerintahan komunis yang saat itu memerintah Rusia.
Maka Library of Congress AS lalu membeli semua karya Gorsky itu dengan harga yang konon sekitar 5.000 dollar AS pada tahun 1948.
Pada tahun 2004 Library of Congress memanfaatkan keahlian ahli komputer Blaise Aguera untuk menjadikan 1.902 negatif Gorsky menjadi foto berwarna yang nyata.
Akhirnya, seratus tahun, sekali lagi seratus tahun, setelah Gorsky menyatakan ambisinya untuk merekam sejarah Rusia dengan warna, barulah ambisi itu betul-betul terwujud
(Dikutip dari kompas - Arbain rambey)

0 komentar:

Posting Komentar